Pantun Jenaka LOmbok
Dari Mataram hingga ke Selong
Terhampar luas ladang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada lintah menghisap kerbau
Jalan - jalan melihat mall
Jangan salah ke Tanak Awu
Ada katanya bandara internasional
Tanah sehektar diganti sewu
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Janganlah risau sepanjang hari
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Jangan berbini muda lagi
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Jangan ke Bayan naik haji
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Tembakau jangan disembah lagi
Tuan Guru tinggi ilmunya
Masih muda sudah gubernur
Jangan terburu menggapai cita
Senang susah musti bersyukur
Tuan Guru tinggi ilmunya
Tidak pernah tinggal sembahyang
Demi berguru menggapai cita
Badan kurus tinggallah tulang
Masjid dibangun megah – megah
Hingga ke langit menaranya
Kalau korupsi berjamaah
Alamat kampung hancur binasa
Orang Nyongkol jalanpun macet
Santri muda menggandeng dara
Kalau takut pada Guru Teteret
Jangan korupsi bersama – sama
Janganlah pula memukul gendang
Kalau bukan si gendang beliq
Siapa yang suka memukul orang
Nanti dipukul si gendang beliq
Kalau tak bisa memukul gendang
Jangan sombong meniup genggong
Kalau tak mau ditipu orang
Jangan suka berkata bohong
Begitu pula naik cidomo
Jangan memilih kuda patah
Kalau Tuan mau berdemo
Jangan mau dibayar murah
2008
Dari Mataram hingga ke Selong
Terhampar luas ladang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada lintah menghisap kerbau
Jalan - jalan melihat mall
Jangan salah ke Tanak Awu
Ada katanya bandara internasional
Tanah sehektar diganti sewu
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Janganlah risau sepanjang hari
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Jangan berbini muda lagi
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Jangan ke Bayan naik haji
Walau tak sampai Tuan ke Mekah
Tembakau jangan disembah lagi
Tuan Guru tinggi ilmunya
Masih muda sudah gubernur
Jangan terburu menggapai cita
Senang susah musti bersyukur
Tuan Guru tinggi ilmunya
Tidak pernah tinggal sembahyang
Demi berguru menggapai cita
Badan kurus tinggallah tulang
Masjid dibangun megah – megah
Hingga ke langit menaranya
Kalau korupsi berjamaah
Alamat kampung hancur binasa
Orang Nyongkol jalanpun macet
Santri muda menggandeng dara
Kalau takut pada Guru Teteret
Jangan korupsi bersama – sama
Janganlah pula memukul gendang
Kalau bukan si gendang beliq
Siapa yang suka memukul orang
Nanti dipukul si gendang beliq
Kalau tak bisa memukul gendang
Jangan sombong meniup genggong
Kalau tak mau ditipu orang
Jangan suka berkata bohong
Begitu pula naik cidomo
Jangan memilih kuda patah
Kalau Tuan mau berdemo
Jangan mau dibayar murah
2008
1 tanggapan:
tes lagi :((
Post a Comment
katakanlah padaku dengan kata - kata..
(Rabindranath Tagore)