Kisah Kisah Di Kebun Pisang

riki dhamparan putra

kura – kura ,
pohon pisangmu Pak Tani
tak kan sekali berbuah
walau lampau
tunasnya kini tumbuh subur di punggung kebun
seekor kura – kura

sabar dalam kerja
daun pun mengembang
pucuk lembut mengulur jantung
telanjang
jantung yang tenang
bunga air di tengah ladang

di dalam batang menyimpan batang
selapis demi selapis lepas
hingga tiada

tinggal tandan dan buah matang
tanda hidup meninggalkan tanda
menunai lunas segala utang

utang waktumu Pak Tani
bergerak lambat menempuh hari
menempuh janji diri

tapi pohon pisang tak kan sekali berbuah
walau lampau
kenanganku padanya kini merangkak
bagai seekor kura – kura
monyet
monyet bodoh itu mengeluh
sebab katanya pisangnya tidak tumbuh

maka datanglah ia ke kebun
kura – kura

tak ada penghuni
di mana – mana ada buah
si monyet yang tak lapar itu pun
tinggal memetik tanpa bersusah payah

maka tersebar kabar angin
ada seorang menjadi monyet karena makan
dari peluh orang lain
peluh kura – kura
peluh Pak Tani

Mei 2009

2 tanggapan:

KomunitasTanpa Nama said...

Rhiki Damparan, Pernah Aku dengar namamu. Salam hangat dari Komunitas Sastra Jogja "Komunitas Tanpa Nama"

riki dhamparan said...

salam hangat juga di hari penghujan kepada komunitas tanpa nama

Post a Comment

katakanlah padaku dengan kata - kata..
(Rabindranath Tagore)

 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates
Layout has developed by Riki Dhamparan